MAKALAH
SISTEM
PENILAIAN PADA PROSES PEMBELAJARAN
SAINS
PADA SISWA
oleh
1. Anisa Nur Septikasari
2. Arum Kuswarini
3. Diskha Ayu Audina
4. Indah
5. Gunawan
6. Mario S Hadi
7. Munawaroh
oleh
1. Anisa Nur Septikasari
2. Arum Kuswarini
3. Diskha Ayu Audina
4. Indah
5. Gunawan
6. Mario S Hadi
7. Munawaroh
MAGISTER
PENDIDIKAN IPA
UNIVERSITAS JAMBI TAHUN 2016
BAB
I
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Penilaian
atau asesment menmerupakan suatu
kesatuan atau bagian dari pembelajaran yang tak terpisahkan. Penilaian
merupakan bagian integral dari proses belajar mengajar. Penilaian meliputi
pengumpulan informasi melalui berbagai teknik penilaian dan membuat keputusan
berdasar hasil penilaian tersebut.
Penilaian
memberi informasi pada guru tentang prestasi siswa terkait dengan tujuan
pembelajaran. Dengan informasi ini, guru membuat keputusan berdasar hasil
penilaian mengenai apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan metode
pembelajaran dan memperkuat proses belajar siswa. Penilaian mengukur seberapa
jauh pengetahuan, keterampilan dan sikap yang telah dicapai oleh siswa. Selain
melengkapi proses belajar mengajar, penilaian juga memberi umpan balik formatif
dan sumatif pada guru, siswa, sekolah dan orang tua siswa.
Pada
Kurikulum 2013, penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi
sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga
dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap
standar yang telah ditetapkan. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA),
semua aspek penilaian meliputi : pengetahuan, pemahaman dan penerapan konsep
IPA; keterampilan dan proses; dan
karakter dan sikap (sikap ilmiah). Sehingga peserta didik betul-betul
mendapatkan kesempatan untuk belajar IPA.
Agar
penilaian terhadap pembelajaran IPA di kelas dapat dilaksanakan dengan baik,
setiap pihak yang peduli terhadap kualitas sekolah dan siswa di negeri ini
harus berjuang bersama-sama untuk mengembangkan kemampuan menilai (assessment
literacy). Kemampuan menilai adalah kuncinya.
Orang yang
mampu melakukan penilaian (assessment literates) adalah mereka yang memahami
prinsip dasar penilaian. Pemahaman akan makna penilaian yang baik saja tidaklah
cukup. Kita juga harus memahami bagaimana penilaian menghubungkan kualitas pembelajaran
dengan upaya untuk mempertahankan alternatif penilaian yang seimbang. Kita
harus patuh dan berupaya memenuhi standar yang ditetapkan, dan saling membantu
jika penilaian yang dilakukan gagal memenuhi standard ini
1.2. Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan penilaian?
2.
Apa Tujuan penilaian?
3.
Apa saja aspek penilaian?
4.
Apa saja yang menjadi teknik dan instrumen ?
5.
Bagaiamana syarat menyusun penilaian?
6.
Bagaimana prinsip-prinsip penilaian?
7.
Apa standar penilaian IPA?
8.
Bagaimana rubik dan contoh penilaian IPA
1.3. Tujuan
1.
Memahami pengertian penilaian
2.
Memahami tujuan penilaian
3.
Memahami aspek penilaian
4.
memahami teknik dan instrumen penilaian
5.
Memahami syarat menyusun penilaian
6.
Mengetahui prinsip penilaian
7.
Mengetahui standar penilaian IPA
8.
Memahami rubik dan contoh penilaian IPA
1.4. Manfaat
Sebagai tambahan
referensi mengenai standar penilaian pendidikan IPA dan standar mengajar IPA
bagi guru.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian
Penilaian
Penilaian
merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan
data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara
sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam
pengambilan keputusan (Trianto, 2010). Dalam istilah
asingnya, penilaian adalah evaluation
dan diperoleh kata indonesia evaluasi yang berarti menilai (tetapi dilakukan
dengan mengukur terlebih dahulu). Kita tidak dapat mengadakan penilaian sebelum
kita mengadakan pengukuran.
Mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran.
Pengukuran bersifat kuantitatif. Menilai
adalah mengambil suatu keputusan terhadap seseuatu dengan ukuran baik buruk.
Penilaian bersifat kualitatif. Mengadakan evaluasi
meliputi kedua langkah diatas, yakni menukur dan menilai.
Sedang Pengertian penilaian berdasarkan peraturan MENDIKNAS
Nomor 20 Tahun2007 Penilaian pendidikan
adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian
hasil belajar peserta didik.
Penilaian hasil belajar peserta didik dilaksanakan berdasarkan standar penilaian pendidikan yang berlaku secara nasional. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian dapat berupa ulangan dan atau ujian. Dalam dunia pendidikan, khususnya dunia persekolahan, penilaian mempunyai makana ditinjau dari berbagai segi.
Penilaian hasil belajar peserta didik dilaksanakan berdasarkan standar penilaian pendidikan yang berlaku secara nasional. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian dapat berupa ulangan dan atau ujian. Dalam dunia pendidikan, khususnya dunia persekolahan, penilaian mempunyai makana ditinjau dari berbagai segi.
a.
Makna bagi sisiwa
Dengan diadakanya penilaian, maka siswa dapat mengetahui
sejauh mana telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oelh guru. Hasil
yang diperoleh siswa dari perkerjaan menilai ini ada 2 kemungkinan yaitu
memuaskan dan tidak memuaskan.
b.
Makna bagi guru
1.
Dengan hasil penilaian yang diperoleh
guru akan dapat mengetahui kemampuan siswa. Dengan petunjuk ini guru dapat
lebih memusatkan perhatianya kepada siswa-siswa yang belum berhasil.
2.
Guru mengetahui apa materi yang
diajarkan sudah tepat bagi siswa sehingga untuk memberikan pengajaran diwaktu
yang akan datang tidak perlu diadakan perubahan.
3.
Guru akan mengetahui apakah metode yang
digunakan sudah tepat atau belum
c.
Makna bagi sekolah
a)
Hasil belajar merupakan cermin kualitas
sesuatu sekolah.
b)
Informasi dari guru tentang tepat
tidaknya kurikulum untuk sekolah itu dapat merupakan bahan pertimbangan bagi
perencanaan sekolah untuk masa-masa akan datang.
c)
Informasi hasil penilaian yang diperoleh
dari tahun ketahun dapat digunakan sebagai pedoman bagi sekolah
2.2. Tujuan Penilaian
Tujuan
atau fungsi penilaian ada beberapa hal:
a)
Penilaian berfungsi selektif
Dengan
mengadakan penilaian guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi atau
penilaian terhadap siswanya. Penilaian itu sendiri mempunayai berbagai tujuan.,
antara lain:
·
Untuk memilih siswa yang dapat diterima
disekolah tertentu.
·
Untuk memilih siswa yang dapat naik ke
kelas atau tingkat berikutnya
·
Untuk memilih siswa yang seharusnya
mendapat beasiswa
·
Untuk memilih siswa yang sudah berhak
meninggalkan sekolah, dan sebaliknya.
b)
Penilaian berfungsi diagnostik
Dengan
mengadakan penilaian, sebernya guru mengadakan diagnosis kepada siswa tentang
kebaikan dan kelmahan-kelmahanya. Dengan diketahui sebab-sebab kelemahan ini,
akan lebih mudah dicari untuk mengatasi.
c)
Penilaian berfungsi sebagai penempatan
Sistem
yang baru yangkini banyak dipopulerkan dinegara barat, adalah sistem belajar
sendiri. Belajar sendiri dapat dilakukan dengan cara mempelajari sebuah paket
belajar, baik berbentuk moul maupun paket belajar yang lain. Sebagai alasan
dari timbulnya sistem ini adalah adanya pengakuan yang besar terhadap kemapuan
individual. Setiap siswa sejak lahirnya telah membawa bakat sendiri-sendiri
sehingga pelajaran akan lebih efektif apabila disesuaiakan dengan pembawaan
yang ada. Akan tetapi diesebabkan karena keterbatasan sarana dan tenaga, pendidikan
yang bersifat individual kadang-kadang sukar seali dilaksanakan. Pendekatan
yang lebih bersifat melayani perbedaan kemampuan, adalah pengajaran secara
kelompok . untuk dapat menentukan dengan pasti dikelompok mana seorang siswa
harus ditempatkan, digunkan untuk penilaian. Sekelompok siswa yang mempunyai
hasil penilaian yang sama, akan berada alam kelompok yang sama dalam belajar.
d)
Penilaian berfungsi sebagai pengukur
keberhasilan.
Fungsi
keempat dari penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana suatu
perogram berhasil diterapkan. Telah disinggung pada bagian sebelum ini,
keberhasilan program ditentukan oleh beberapa faktor yaitu faktor guru, metode
mengajar, kurikulum, sarana, dan sistem administrasi.
2.3 Aspek
Penilaian
Tujuan IPA adalah menguasai
pengetahuan IPA, memahami dan menerapkan konsep IPA, menerapkan keterampilan
proses, dan mengembangkan sikap. Tujuan penilaian ini sejalan dengan tiga aspek
dalam kerangka kurikulum IPA seperti ditunjukkan di bawah:
1.
Penilaian Pengetahuan, pemahaman dan penerapan konsep IPA
2.
Penilaian Keterampilan dan Proses
3.
Penilaian karakter dan sikap (sikap ilmiah)
Penjelasan
ketiga jenis penilaian tersebut di atas adalah sebagai berikut:
1. Penilaian Pengetahuan, Pemahaman dan Penerapan
Konsep IPA
Penilaian pengetahuan IPA merupakan
produk dari pembelajaran IPA. Penilaian ini bertujuan untuk melihat penguasaan peserta
didik terhadap fakta,konsep, prinsip, dan hukum-hukum dalam IPA dan
penerapannya dalamkehidupan. Peserta didik diharapkan dapat menggunakan pemahamannyatersebut
untuk membuat keputusan, berpartisipasi di masyarakat, danmenanggapi isu-isu
lokal dan global.
2. Penilaian Keterampilan Proses
Penilaian dilakukan tidak hanya terhadap
produk, tetapi juga proses.Penilaian proses IPA dilakukan terhadap keterampilan
proses IPA, meliputi keterampilan dasar IPA dan keterampilan terpadu tingkat
awal. Keterampilanproses IPA dasar meliputi observasi, inferensi, melakukan
pengukuran,menggunakan bilangan, klasifikasi, komunikasi, dan prediksi. Di
samping itu,peserta didik mulai diperkenalkan dengan kemampuan melakukan
percobaansederhana dengan dua variabel atau lebih untuk menguji hipotesis
tentanghubungan antar variabel. Peserta didik juga dilatih mengkomunikasikan
hasilbelajarnya melalui berbagai bentuk sepeti debat, diskusi, presentasi,
tulisan, dan bentuk ekspresif lainnya. Dari berbagai keterampilan proses
ilmiah, berikut adalahenam keterampilan dasar yang perlu dikuasai untuk peserta
didik.
a. Observasi
Penilaian keterampilan
melakukan observasi dinilai pada saat melakukanobservasi dalam rangka
memperoleh data hasil penginderaan terhadap objek dan fenomena alam menggunakan
panca indera. Informasi yang diperoleh menimbulkan rasa ingin tahu, pertanyaan,
interpretasi, dan investigasi.
b. Komunikasi
Keterampilan
berkomunikasi secara ilmiah menggunakan berbagai cara, seperti menggunakan grafik,
carta, peta, simbol, diangram, rumus matematis, dan demonstrasi visual, baik
secara tertulis maupun lisan.
c. Klasifikasi
Keterampilan melakukan
klasifikasi diperlukan untuk mengelompokkan berbagaiobjek untuk mempermudah
mempelajarinya, berdasarkan persamaan,perbedaan, dan saling keterkaitan obyek.
d. Pengukuran
Keterampilan melakukan
pengukuran menggunakan alat ukur standar untukmelakukan observasi secara kuantitatif,
membandingkan, dan mengklasifikasikan, serta mengkomunikasikannya secara
efektif. Alat pengukuran meliputi penggaris,meteran, neraca, gelas ukur,
termometer, pH meter, Higrometer, dan sebagainya.
e. Inferensi
Keterampilan melakukan
interpretasi dan menjelaskan kejadian di sekitar kita.Kemampuan ini dibutuhkan
antara lain untuk menyusun hipotesis. Interpretasimenghubungkan pengalaman
lampau dengan apa yang sedang dilihat.
f. Prediksi
Keterampilan melakukan
prediksi ditentukan oleh observasi yang teliti daninferensi untuk memprediksi
apa yang akan terjadi untuk menentukan reaksi yangtepat terhadap lingkungan.
g. Percobaan Sederhana
Keterampilan melakukan
percobaan diawali dengan kemampuan menyusunpertanyaan,mengidentifikasi
variabel, mengemukakan hipotesis, mengidentifikasi variabel kontrol, membuat
desain percobaan, melakukan percobaan,mengumpulkan data, dan interpretasi data.
3. Penilaian sikap
Penilaian
sikap ilmiah meliputi sikap obyektif, terbuka, tidak menerima begitusaja
sesuatu sebagai kebenaran, ingin tahu, ulet, tekun, dan pantang menyerah.
Selain itu, kemampuan bekerjasama, bertukar pendapat, mempertahankan pendapat,
menerima saran, dan kemampuan sosial lainnya dapat juga dilakukanmelalui
pembelajaran IPA
2.4. Teknik dan Instrumen Penilaian
Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan
sebagai berikut:
a.
Penilaian kompetensi sikap
Pendidik
melakukan penilaiankompetensi sikap
melalui observasi, penilaian diri, penilaian
“teman sejawat”(peer evaluation) oleh peserta didik
dan jurnal. Instrumen
yang digunakan untuk observasi,penilaiandiri,danpenilaian
antarpesertadidikadalah daftar cek atau skala penilaian (ratingscale)yangdisertairubrik, sedangkan pada jurnal
berupa catatan pendidik.
·
Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan
secara berkesinambungan dengan
menggunakan indera,baik secara langsungmaupun tidak
langsung dengan menggunakan
pedoman observasi yang berisi sejumlahindikator perilaku yang diamati.
·
Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan
cara meminta peserta didik untuk
mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar
penilaian diri.
·
Penilaian antar peserta didik merupakan teknik penilaian
dengan caramemintapesertadidikuntuk salingmenilaiterkaitdengan
pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan
berupa lembar penilaianantarpeserta didik.
·
Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di
luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.
b.
PenilaianKompetensi Pengetahuan
Pendidik
menilai kompetensi pengetahuan
melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan.
·
Instrumen
tes tulis berupa soal pilihan ganda,isian,jawaban
singkat, benar-salah, menjodohkan,
dan uraian .Instrumen
uraiandilengkapi pedoman penskoran.
·
Instrumen
tes lisanberupa daftar pertanyaan.
·
Instrumen
penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.
c.
Penilaian Kompetensi Keterampilan
Pendidik
menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang
menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu
kompetensi tertentu dengan menggunakan
tes praktik, projek, dan penilaian
portofolio.Instrumen yang digunakan
berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale)
yang dilengkapirubrik.
·
Tes
praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan
suatu aktivitasatau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi.
·
Projek adalah tugas-tugas belajar (learningtasks) yang meliputi kegiatanperancangan,
pelaksanaan, dan pelaporan
secara tertulis maupun lisan dalam
waktu tertentu.
·
Penilaian portofolio adalah penilaian yang
dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh
karya peserta
didik dalam bidang tertentu yang
bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui minat,
perkembangan, prestasi, tertentu. Karya
tersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.
2.5 Syarat menyusun alat penilaian
Membuat pertanyaan tes (alat evaluasi) tidak mudah,
sebab tes/pertanyaan merupakan alat untuk melihat perubahan kemampuan dan
tingkah laku siswa setelah ia menerima pengajaran dari guru/pengajar di
sekolah. Alat evaluasi yang salah, akan menggambarkan kemampuan dan tingkah
laku yang salah pula. Oleh karena itu teknik penyusunan alat evaluasi penting
dipertimbangkan agar memperoleh hasil yang objektif.
Beberapa syarat dan petunjuk yang perlu diperhatikan
dalam menyusun alat evaluasi, ialah:
1. Harus menetapkan dulu segi-segi apa
yang akan dinilai, sehingga betul-betul
terbatas serta dapat memberi petunjuk bagaimana dan dengan alat apa segi
tersebut dapat kita nilai.
2. Harus menetapkan alat evaluasi yang
betul-betul valid dan reliable, artinya taraf ketetapan dan ketetapan tes
sesuai dengan aspek yang akan dinilai.
3. Penilaian harus objektif, artinya
menilai prestasi siswa sebagaimana adanya.
4. Hasil penilaian tersebut harus
betul-betul diolah dengan teliti sehingga dapat ditafsir berdasarkan kriteria
yang berlaku.
5. Alat evaluasi yang dibuat hendaknya
mengandung unsure diagnosis, artinya dapat dijadikan bahan untuk mencari
kelemahan siswa belajar dan guru mengajar.
2.6 Prinsip Penilaian
1.
Sahih
Penilaian hasil belajar oleh pendidik harus mengukur pencapaian kompetensi
yang ditetapkan dalam standar isi (standar kompetensi dan kompetensi
dasar) dan standar kompetensi lulusan. Penilaian valid berarti menilai apa yang seharusnya dinilai
dengan menggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi.
2.
Objektif
Berati penilaian berbasis pada
standar (prosedur daan kriteria yang jelas) dan tidak dipengaruhi faktor
subjektivitas penilai. Agar penilaian objektif, seorang guru harus berupaya
secara optimal untuk memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja peserta didik dari
sejumlah penilaian dan membuat
keputusan yang adil tentang penguasaan
kompetensi peserta didk dengan mempertimbangkan hasil kerja peserta didik.
3.
Terpadu
Berarti penilaian oleh pendidik
dilakukan secara terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan
berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil dalam
bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester dan ujian kenaikan kelas.
4.
Ekonomis
Berati penilaian yang efesien dan
efektif dalam perencanaan, pelaksanaan dan pelaporannya.
5.
Transparan
Berarti prosedur penilaian yang
efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan dan pelaporannya serta dapat
diketahui oleh semua pihak yang berkepantingan.
6.
Akuntabel
Berati penilaian dapat
dipertanggungjawabkan kepada pihak internal sekolah maupun eksternal untuk
aspek teknik, prosedur dan hasilnya.
7.
Sistematis
Berarti penilaian dilakukan secara
berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.
8.
Beracuan kriteria
Penilaian hasil belajar oleh guru
didasarkan pada standar penilaian dan ukuran pencapain kompetensi yang telah
ditetapkan.
9.
Menyeluruh/kmprehensif
Penilaian harus menyeluruh dengan
menggunakan berbagai macam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensiatau
kemampuan peserta didik sehingga tergampar kemampuan peserta didik.
10.
Mendidik
Penilaian dilakukan untuk memperbaiki
proses prmbelajaran bagi guru dan meningkatkan kualitas belajar bagi peserta
didik.
2.7 Standar Penilaian Pendidikan
Ipa
Penilaian
pembelajaran IPA di sekolah hendaknya mengacu pada suatu standar yang
ditetapkan baik secara nasional maupun internasional. National Research Council dalam National
Committee on Science Education Standards and Assessment (1996), telah menetapkan National Science Education Standards (NSES), suatu standar bagi
pendidik dalam menilai pendidikan IPA di semua level pendidikan. Standar nasional pendidikan IPA versi NRC ini
berisi standar konten IPA, standar pedagogi dalam mengajar
IPA, standar profesi, standar program,
standar asesmen, dan standar sistem. Mutu pendidikan
IPA yang baik, harusmemenuhi semua standar tersebut.
Penilaian
standar memberikan kriteria
untuk menilai kemajuan menuju visi pendidikan IPA pada literasi sains untuk
semua.
Standar yang menggambarkan
kualitas praktek penilaian yang digunakan oleh guru dan lembaga pemerintah untuk mengukur prestasi dan memberikan
kesempatan kepada
siswa untuk belajar IPA.
Panduan untuk mengembangkan
penilaian, praktek, dan kebijakan. Standar ini dapat
diterapkan untuk penilaian
siswa, guru, program formatif dan sumatif, dan penilaian eksternal.
Sebagai mekanisme umpan
balik utama dalam sistem pendidikan sains.
2.7.1. Standar Penilaian IPA
Latar belakang disusunnya
Standar pendidikan IPA ini adalah karena adanya kebutuhan masyarakat terhadap
IPA bukan hanya sekedar ilmu tetapi sebagai sesuatu yang dapat digunakan untuk
bertahan hidup (NRC, 1996). Standar penilaian menyediakan kriteria
untuk menentukan kualitas praktik-pratik penilaian.
Standar penilaian meliputi lima bidang sebagai berikut:
1. Konsistensi penilaian dengan
suatu keputusan merupakan desain untuk informasi
2. Penilaian prestasi dan kesempatan untuk
belajar sains
3. Mencocokkan antara kualitas teknis dari
kumpulan data dan konsekuensi tindakan yang perlu dilakukan berbasis data
tersebut
4.
Kejujuran dalam praktik penilaian
5. Ketepatan penarikan kesimpulan berdasarkan penilaian tentang
prestasi siswa dan kesempatan untuk belajar.
Dalam
visi yang dijelaskan oleh National
Science Education Standards, penilaian adalah mekanisme umpan balik utama
dalam sistem pendidikan sains. Standar penilaian menyediakan siswa dengan umpan balik tentang
seberapa baik mereka memenuhi harapan, guru dengan umpan balik tentang seberapa
baik siswa mereka belajar, sekolah dengan umpan balik tentang efektivitas guru
dan program mereka, dan pembuat kebijakan dengan umpan balik tentang seberapa
baik kebijakan bekerja. Umpan balik ini pada gilirannya merangsang perubahan
kebijakan, memandu pengembangan profesional guru, dan mendorong siswa untuk
meningkatkan pemahaman mereka tentang IPA.
2.7.2. Perubahan Fokus Standar Penilaian
Berdasarkan National
Science Education Standard in the United
States (National Research Council, 1996) perubahan fokus
yang terjadi pada standar penilaian adalah sebagai berikut
Tabel 2.1 Perubahan Fokus Standar
Penilaian
Hal yang Dikurangi
|
Hal yang Diutamakan
|
Menilai yang mudah diukur
|
Menilai yang paling berharga
|
Menilai pengetahuan yang memiliki
ciri yang jelas
|
Menilai pengetahuan yang kaya
dan berstruktur baik
|
Menilai pengetahuan yang bersifat ilmiah
|
Menilai pemahaman dan pemikiran
Ilmiah
|
Menilai untuk mempelajari apa
yang tidak dipahami siswa
|
Menilai untuk mempelajari apa
yang dipahami siswa
|
Hanya melakukan penilaian atas pencapaian
|
Menilai pencapaian dan peluang untuk belajar
|
Penilaian akhir dilakukan oleh guru
|
Siswa terlibat dalam penilaian yang
sedang berlangsung atas hasil kerjanya dan hasil kerja temannya
|
Pengembangan penilaian eksternal hanya oleh ahli
|
Guru terlibat dalam pengembangan penilaian eksternal
|
Proses
penilaian adalah alat yang efektif untuk
mengkomunikasikan harapan sistem
pendidikan IPA untuk semua pihak yang terkait dengan pendidikan IPA. Praktek
penilaian dan kebijakan memberikan definisi operasional apa yang penting untuk dilakukan. Misalnya,
penggunaan dari proses
penyelidikan/inquiri untuk penilaian
tugas siswa dari apa yang sedang dipelajari, bagaimana guru mengajar,
dan dimana sumber daya yang harus
dialokasikan.
Penilaian
adalah sistematis, proses tahapan yang melibatkan pengumpulan dan interpretasi
data pendidikan. Standar penilaian meliputi empat komponen dapat dikombinasikan
dalam berbagai cara. Misalnya, guru menggunakan data prestasi siswa untuk
merencanakan dan memodifikasi praktik pengajaran. Berbagai kegunaan, pengguna,
metode, dan data berkontribusi terhadap kompleksitas dan pentingnya penilaian
proses.
2.8 Rubik dan Contoh Penilaian
Menurut Abdul
Majid (2013) Rubrik penilaian merupakan kunci penskoran yang menggambarkan
berbagai tingkat kualitas kemampuan dari yang sempurna sampai yang kurang untuk menilai satu tugas ,
keterampilan proyek, esai , laporan penelitian atau kinerja spesifik.
Rubrik merupakan panduan penilaian yang menggambarkan kriteria yang
diinginkan guru dalam menilai atau memberi tingkatan dari hasil pekerjaan
siswa Rubrik perlu memuat daftar karakteristik yang diinginkan yang
perlu ditunjukkan dalam suatu pekerjaan siswa disertai dengan panduan untuk mengevaluasi masing-masing
karakteristik tersebut.
Rubrik merupakan pedoman kerja untuk siswa dan guru. Idealnya rubrik
diberikan kepada siswa sebelum tugas dilakukan agar siswa memahami kriteria
yang digunakan untuk menilai hasil kerja mereka.
Menurut
Abdul Majid (2013) Keuntungan yang
dapat diperoleh bila guru menggunakan rubrik diantaranya :
1. Guru dapat meningkatkan kualitas
pembelajaran dengan fokus, penekanan, dan perhatian pada rincian tertentu
sebagai modal pengetahuan untuk siswa
2. Siswa mempunyai pedoman yang jelas mengenai
apa yang diharapkan guru
3. Siswa dapat menggunakan rubrik sebagai alat
untuk mengembangkan kemampuannya
4. Guru dapat menggunakan kembali rubrik tersebut untuk berbagai kegiatan berikutnya
yang sejenis.
Menurut
Abdul Majid (2013) Contoh Rubrik Laporan Percobaan (Karya siswa )
Rubrik Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas : VII
Materi Pelajaran :Ciri-Ciri Makhluk Hidup
Kriteria
|
Sempurna
|
Baik
|
Cukup
|
Kurang
|
Skor
|
4
|
3
|
2
|
1
|
||
Tujuan
|
Ditulis dengan rinci, Terkait erat dengan topik yang ditugaskan
|
Ditulis dengan kalimat baku, terkait dengan tugas yang ditugaskan
|
Ditulis kurang fokus, kalimat tidak baku, sebagian tidak terkait
dengan topik yang ditugaskan
|
Ditulis Kurang spesifik, Kalimat tidak baku, tidak terkati dengan topik
yang ditugaskan
|
|
Alat dan Bahan
|
Mencantumkan semua alat dan bahan yang di perlukan percobaan
|
Mencantumkan sebagian besar alat dan bahan yang di perlukan percobaan
|
Mencantumkan sebagian kecil alat dan bahan yang di perlukan percobaan
|
Tidak Mencantumkan alat dan bahan yang di perlukan percobaan
|
|
Langkah Kegiatan
|
Langkah kegiatan lengkap, urut dan rinci
|
Langkah kegiatan lengkap, dan urut
|
Langkah kegiatan tidak lengkap, dan tidak urut
|
Tidak Langkah kegiatan
|
|
Data dan analisis Data
|
Data di tabulasi secara logis dan dianalisis dengan tepat
dan rinci
|
Data di tabulasi secara logis dan dianalisis dengan tepat
|
Data di tabulasi sembarangan dan dianalisis kurang tepat
|
Data tidak tabulasi secara logis dan tidak dianalisis
|
|
Kesimpulan
|
Ditulis berdasarkan hasil analisis dan akurat
|
Ditulis berdasarkan analisis
|
Ditulis tidak berdasarkan hasil analisis
|
Tidak ada kesimpulan
|
Contoh Penilaian Laporan
Percobaan (Karya siswa )
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas : VII
Materi Pelajaran :Ciri-Ciri Makhluk Hidup
Judul : Hasil Laporan
Mengamati Petumbuhan Tumbuhan Kacang
Hijau
No
|
Nama
|
Kriteria
|
Skor
|
Prediket
|
|||||||||||||||||||
Tujuan
|
Alat Dan Bahan
|
Langkah Kegiatan
|
Data dan
Analisis Data
|
Kesimpulan
|
|||||||||||||||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||||
1
|
Susi
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
90
|
SB
|
|||||||||||||||
2
|
Andi
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
50
|
K
|
|||||||||||||||
3
|
Riri
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
70
|
B
|
|||||||||||||||
4
|
Dst
|
||||||||||||||||||||||
Keterangan
1. Skor
maksimal = jumlah sikap yang dinilai x
jumlah kriteria. Dari
contoh di atas skor maksimal = 4 x 5 = 20
2. Nilai = (jumlah
skor perolehan : skor maksimal) x 100
= 18/20 x 100 = 90
3. Nilai
dikualifikasikan menjadi predikat sebagai berikut:
SB
= Sangat Baik = 80 – 100
B
= Baik = 70 – 79
C
= Cukup = 60 - 69
K = Kurang
= < 60
Rubrik
Penilaian :
Rubrik Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas : VII
Materi Pelajaran : Asam dan
Basa
No
|
Kriteria
|
Skor (1-4)
|
1
|
Prosedur kerja
·
Jika selalu melakukan percobaan
sesuai dengan
prosedur kerja
yang benar
·
Jika Kadang siswa banyak bekerja sama kadang
tidak bekerja sama
·
Jika hanya
melakukan sedikit prosedur yang benar
·
Jika tidak melakukan sesuai dengan
prosedur
|
4
3
2
1
|
2
|
Ketepatan memilih alat dan bahan
·
Jika selalu memilih alat dan bahan
yang tepat sesuai dengan petunjuk kerjanya
·
Jika sebagian besar memilih alat
dan bahan dengan tepat sesuai dengan petunjuk kerja
·
Jika hanya sedikit saja yang tepat
dalam memilih alat dan bahan yang sesuai dengan petunjuk kerja
·
Jika pemilihan alat dan bahan
tidak tepat sama sekali
|
4
3
2
1
|
3
|
Pengamatan
·
Mengamati semua variabel dan
mendapatkan data yang tepat
·
Jika sebagaian variabel diamati
namun hasil tidak tepat
·
Jika hanya sedikit variabel yang
diamati dan hasil kurang tepat
·
Jika tidak melakukan pengamatan
|
4 3
2
1
|
4
|
Penyusunan laporan
·
Jika laporan disusun dengan
sistematis dan tepat kesimpulanya
·
Jika laporan dibuat dengan
sistematis namun kesimpulan kurang tepat
·
Jika laporan dibuat kurang
sistematis dan kesimpulan kurang tepat
·
Jika hasil laporan tidak
sistematis dan tidak tidak tepat
|
4
3
2
1
|
Contoh Penilaian Percobaan
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Judul : Percobaan
Mengidentifikasi Asam dan Basa
Kelas : VII
No
|
Nama
|
Prosedur Kerja
|
Ketepatan memilih alat dan bahan
|
Pengamatan
|
Penyusunan laporan
|
Skor
|
Prediket
|
||||||||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||||
1
|
Susi
|
√
|
√
|
√
|
√
|
87,5
|
SB
|
||||||||||||
2
|
Andi
|
√
|
√
|
√
|
√
|
62,5
|
C
|
||||||||||||
3
|
Riri
|
√
|
√
|
√
|
√
|
81,25
|
SB
|
||||||||||||
4
|
Dst
|
||||||||||||||||||
Keterangan
1. Skor
maksimal = jumlah sikap yang dinilai x
jumlah kriteria. Dari
contoh di atas skor maksimal = 4 x 4 = 16
2. Nilai = (jumlah
skor perolehan : skor maksimal) x 100
= 10/16 x 100 = 62,5
3. Nilai
dikualifikasikan menjadi predikat sebagai berikut:
SB
= Sangat Baik = 80 – 100
B
= Baik = 70 – 79
C
= Cukup = 60 - 69
K = Kurang
= < 60
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
a.
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk
memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar
peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga
menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan
b.
Adapun tujuan dari penilaian adalah : Penilaian
berfungsi selektif, Penilaian berfungsi
diagnostik, Penilaian berfungsi sebagai penempatan, Penilaian berfungsi sebagai
pengukur keberhasilan.
c.
Ada tiga aspek atau sasaran penilaian, yaitu; Penilaian
pengetahuan, pemahaman dan penerapan konsep IPA, keterampilan dan proses,
karakter dan sikap ilmiah
d.
Teknik dan
instrumen yang digunakan untuk
penilaian kompetensi sikap
(observasi, peilaian diri, penilaian antar teman, jurnal), pengetahuan ( tes
tertulis maupun lisan dan penugasan), dan keterampilan (tes praktik ,projek,
portofolio)
e.
Ada lima syarat dan petunjuk yang perlu
diperhatikan dalam menyusun alat evaluasi ( apa yang mau dinilai,
membuat alat evaluasi yang valid dan reliabel, harus objektif, harus teliti dan
Alat evaluasi yang dibuat
hendaknya mengandung unsure diagnosis)
f.
Prinsip-prinsip
penilaian :Sahih, Sitematis, Objektif,
Beracuan
kriteria, Terpadu, Akuntabel, Ekonomis , Menyeluruh, Trasparan , Mendidik
g.
Standar penilaian
meliputi lima bidang sebagai berikut; konsistensi, mencocokkan antara kualitas
teknis dan konsekuensi tindakan, dan ketepatan menarik kesimpulan.
3.2 Saran
Dari
makalah ini diharapkan dapat menjadi bekal kita nantinya sebagai calon pendidik
yang profesionla agar dapat mengukur dan mengevaluasi hasil dari penilaian yang
telah dilakukan.
Daftar Pustaka
Cahyanto, I. 2016. Bentuk Penilaian Hasil Belajar. WWW.academia.edu/5129154/Bentuk_Penilaian_Hasil_Belajar. Diakses tanggal 13 September 2016
Departemen
Pendidikan Nasional. (2008). Sistem Penilaian KTSP. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMA
Kuswanto, H. (2008). Penilaian Pembelajaran IPA. [online].
Diakses dari staff.uny.ac.id/sites/.../PENILAIAN%20PEMBELAJARAN%20IPA_0.pdf
National Research Council. (1996). National Science Education Standards. Washington
D.C. : The National Academies Press
Peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian
pendidikan
Stiggins,
R.J. (1994). Student- Centered Classroom
Assessment. New York : Macmillan College Publishing Company
Sumber : PERATURANMENTERIPENDIDIKANDANKEBUDAYAAN REPUBLIKINDONESIA NOMOR
66TAHUN2013
TENTANG STANDARPENILAIANPENDIDIKAN
Uno, B Hamzah.2013.Assesment Pembelajaran.Jakarta:Bumi Aksara